Sabtu, 08 Februari 2014

Profil SMA Negeri 1 Driyorejo

SMA Negeri 1 Driyorejo berdiri sejak tahun 1986, sudah 28 tahun usia smandry (red:sman1driyorejo) hingga sampai saat ini bisa dsaksikan perkembangan yang begitu cepat, baik menyangkut jumlah siswa, Tenaga Pengajar, sarana fisik, maupun fasilitas penunjang lainya.
SMA Negeri 1 Driyorejo ini adalah sekolah adiwiyata nasional sejak tahun 2010 dan pada tahun kemarin, 2013 smandry menningkat statusnya menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri Tingkat nasional.
SMA Negeri 1 Driyorejo terletak di kabupaten Gresik, Jawa Timur. berada di kecamatan Driyorejo.
Tepatnya di Jl. Raya Tenaru, Driyorejo, gresik. Smandry ini meskipun berada di daerah yang jauh dari kota gresik tapi smandry ini bisa dibilang Juaranya sekolah di gresik selatan. Hebaaat :p
Smandry ini mempunyai  Kepala Sekolah yang bernama Bapak H. Syu'aib S.Ag. MM. Beliau menjabat sejak tahun 2011, sudah banyak prestasi yang dicapai salah satunya Adiwiyata mandiri. Beliau juga pada bulan desember 2013 menerima penghargaan IHRDP sebagai sekolah terbaik di Jakarta. :P
Jumlah Guru Smandry ada sekitar 54 guru yang masing masing mempunyai ciri khas sendiri Hihhih...
Untuk siswanya sekitar 800 siswa yang notabenya sangat disiplin, rajin dan pintar. AMINNNN :P
Sekilas tentang profil Smandry, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberkahi setiap amal usaha kita. AMinn Ya Robbal Alamin,,

Tentang pengeblog


Welcome to our blog!. Perkenalkan saya Dhimas Dwi, dan teman saya Arnold Inka. Kami membuat blog ini semata mata karna ujian praktek TIK untuk membuat blog yang keren sekerenya.
Kami kelas XII Sosial 1 SMA Negeri 1 Driyorejo, Gresik, Jawa Timur.
Semoga melalui blog ini bisa bermanfaat bagi kalian.
Thanks. keep smart!

Genre Text

Narrative

NARRATIVE
Dear all…
Diantara 12 jenis teks yang dipelajari di tingkat menengah atas, Teks Narrative adalah jenis teks yang paling sering dipelajari. Setiap semester kalian pasti mendapatkan pelajaran tentang teks yang satu ini.
Teks Narrative kita kenal juga sebagai teks naratif dalam bahasa Indonesia. Hanya saja dalam bahasa Inggris, teks Narrative memiliki lingkup yang lebih sempit. Seperti kita tahu yang namanya teks naratif yang ada dalam pelajaran bahasa Indonesia itu adalah teks tentang cerita, baik itu cerita tentang pengalaman seseorang, cerita lucu, dongeng, mitos, legenda, fable, dll. Namun dalam pelajaran bahasa Inggris contoh teks tersebut dibagi dalam Teks Narrative, Spoof, dan Recount. Misalnya saja kalau teks tentang pengalaman seseorang dalam pelajaran bahasa Inggris disebut Recount, teks cerita yang lucu disebut Spoof. Nah.. kalau Narrative adalah teks yang berupa dongeng, mitos, legenda, fable, dll.
Namanya juga narrative atau cerita, teks Narrative adalah teks yang menceritakan sebuah kisah yang sudah terjadi di masa lampau. Makanya kata kerja yang digunakan menggunakan bentuk Past Form. Misalnya:
Long time ago, there lived a woman near the river.
Finally, one of the frogs took heed to what the other frogs were saying and gave up.
Conclusion:
The social function of Narrative is to amuse or entertain the readers with actual or imaginary experience in different ways. Narrative always deals with some problems which lead to the climax and then turn into a solution to the problem.
There are three kinds of Generic Structure:
1. Orientation (who was involved, when and where was it happened)
2. Complication (a problem arises and followed by other problems)
3. Resolution (provide solution to the problem)
Language features:
1. Use of noun phrases (a beautiful princess, a huge temple)
2. Use of adverbial phrases of time and place (In the garden, two days ago)
3. Use of simple past tense (He walked away from the village)
4. Use of action verbs (walked, slept)
5. Use of adjectives phrases (long black hair)

News Item

NEWS ITEM text adalah jenis teks yang menceritakan mengenai suatu kejadian. Teks listening news item banyak kita temui di radio dalam acara berita tentunya dan juga untuk teks reading news item kita bisa membacanya di koran. Selain itu jika kita sering menonton program berita di televisi, artinya kita juga sedang menonton teks news item.
News yang artinya berita, jenis teks ini memang bertujuan untuk memberikan informasi baik kepada pendengar, pembaca maupun penonton. Adapun susunan dari jenis teks ini adalah:
1. Newsworthy event (inti berita)
2. Background event (latar belakang berita)
3. Sources (sumber informasi)
Genre: News Item
Social function: To inform readers or listeners about events of the day which are considered newsworthy or important.
Generic structure:
1. News worthy event ( tells the event in a summary form)
2. Background events ( elaborate what happened, tell what caused the incident)
3. Sources ( comments by participants, witnesses, authorities and experts involved in the event)
Language features:
 Information on the use of head lines.
 Use of action verbs( hit, attack)
 Use of saying verbs( said, added, claimed)
 Use of passive sentences ( Aceh was hit by Tsunami in 2004)
 Use of adverbs in passive sentences (The victims were badly injured)

Recount Text…

Dear students…
Have you ever been to Bali? How did you go there? How long did you stay there? What did you do there? Explain clearly.
Well, to tell your experience is the purpose of recount. Jadi, kalau kalian ingin menceritakan pengalaman kalian kalian bisa menggunakan teks recount. Recount adalah jenis teks yang menceritakan pengalaman seseorang, selain itu juga teks yang menceritakan biografi seseorang secara detail.
Dalam recount ada tiga bagian penting. Yang pertama adalah Orientation, yaitu pendahuluan yang berupa pengenalan tokoh. Biasanya berupa who, when, and where (siapa, kapan, dan kapan suatu peristiwa terjadi. Yang kedua adalah event, yaitu kejadian atau peristiwa yang terjadi secara berurutan. Dan yang terkahir adalah Re-orientation, yaitu menjelaskan kesimpulan dari pengalaman yang diceritakan, apakah pengalaman tersebut menyedihkan, membahagiakan, atau mungkin menakutkan.

12 Genres

12 GENRES:
1. Procedure
2. Recount
3. Narrative
4. Description
5. News Item
6. Report
7. Analytical Exposition
8. Spoof
9. Hortatory Exposition
10. Explanation
11. Discussion
12. Review
PROCEDURE
Social function: To help us do a task or make something. They can be a set of instructions or directions.
Text organization:
1. Goals ( the final purpose of doing the instruction)
2. Materials ( ingredients, utensils, equipment to do the instructions)
3. Steps ( a set of instruction to achieve the final purpose)
Language features :
 Use of imperative ( Cut…….., Don’t mix……..)
 Use of action verbs (turn, put)
 Use of connectives(first, then, finally)
DESCRIPTION
Social Function: To describe a particular person, place or thing.
Generic Structure:
1.Identification (identify phenomenon to be described)
2. Description (describe parts, qualities, characteristics)
Language features:
 Focus on specific participants
 Use of attributive and identifying processes
 Frequent use classifiers in nominal groups.
 Use of the Simple Present Tense
REPORT
Social function: To describe the way things are (for example: a man -made thing, animals, plants). The things must be a representative of their class.
Text organization:
1. General classification (introduces the topic of the report/tells what phenomenon under discussion is.)
2. Description (tell the details of topic such as physical appearance, parts, qualities, habits/behaviour).
Language features:
 Use of general nouns ( Whales, Kangaroo, Computer)
 Use of present tense(Komodo dragons usually weigh more than 160 kg)
 Use of behavioural verbs (Snakes often sunbathe in the sun)
 Use of technical terms ( Water contains oxygen and hydrogen)
 Use of relating verbs (is, are, has)
DISCUSSION
Social function: To present information and opinions about more than one side of an issue (“for” points “against” points)
Generic structure:
1. Opening statement presenting the issue
2. Arguments or evidence for different points of view ( pros and cons)
3. Concluding recommendation.
Language features:
 Use of general nouns: alcohol, abortion, smoking, etc.
 Use of relating verbs: is, are, etc.
 Use of thinking verbs: think, feel, hope believe, etc.
 Use of additive connectives: addition, furthermore, besides, etc.
 Use of contrastive connectives: although, even, if, nevertheless, etc.
 Use of causal connectives: because, because of, etc.
 Use of modal auxiliary: must, should, etc.
 Use of adverbial manner: hopefully.

Review Text…

My dearest students…
Salah satu teks yang mudah dibedakan dibandingkan teks lainnya adalah teks review. Dalam bahasa Indonesia kalian pasti pernah denger atau baca resensi buku, film, atau kaset. Nah, dalam bahasa Inggris kalian akan mempelajari juga resensi tersebut, cuma.. namanya diganti jadi review. Mudah kan? Yup.. review teks adalah teks yang membahas mengenai resensi baik buku, film, kaset, dan sebagainya.
Genre: Review
Social function: To criticize an art work or event for a public audience.
Generic structure:
1. Orientation ( background information on the text)
2. Evaluation ( concluding statement : judgment, opinion, or recommendation. It can consist of more than one.
3. Interpretative Recount ( summary of an art works including characters and plot).
4. Evaluative summation: the last opinion consisting the appraisal or the punch line of the art works being criticized.

Explanation Text

Dear students…
Masih ingat teks procedure kan? Itu loh, teks yang membahas tentang resep masakan, tata cara pengoperasian suatu benda, atau aturan permainan. Trus.. apa ada hubungan antara teks procedure dengan teks explanation. Jawabnya pasti ada. Persamaannya yaitu keduanya membahas tentang cara-cara membuat sesuatu. Trus… Apa dong bedanya? Perbedaannya teks procedure lebih simple. Namun teks explanation lebih ilmiah.
Genre: Explanation
Social function: To explain the process involved in the formation or working of natural or socio cultural phenomena.
Generic structure:
1. A general statement to position the reader
2. A sequenced explanation of why or how something occurs.
3. Closing

PROCEDURE

Dear students…
Salah satu teks yang dipelajari di kelas X semester 1 adalah procedure. Kalian pasti punya barang-barang elektronik kan? Jika kalian amati, kalau kalian membeli handphone, pasti ada buku panduannya kan? Di dalam buku panduan tersebut berisi instruksi atau tata cara pengoperasian, contohnya: instruksi bagaimana mengirimkan pesan, megambil gambar, dan lain-lain. Kalian juga pernah membaca buku resep masakan kan? Nah, di dalam resep masakan ada petunjuk bagaimana cara memasak sesuatu. Contoh lainnya, dalam melakukan suatu permainan, pasti ada petunjuknya. Sekarang kalian sudah mengerti betapa seringnya kita menggunakan teks procedure dlam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, kalian harus menguasai teks ini.
Social Function : Help us do a task or make something. They can be a set of instruction or directions.
Text Organization:
1. Goal (The final purpose of doing the instructions)
2. Materials (Ingredients, utensils, equipments to do the instructions)
3. Steps (A set of instruction to achieve the final purpose)

Hortatory Exposition

Dear student…
Pada semester sebelumnya kalian pasti sudah mengenal jenis teks analytical expostion, di semester ini kalian akan mempelajari jenis teks exposition yang lainnya, yaitu hortatory exposition. Teks hortatory exposition berisi tentang teks yang mengemukakan alasan-alasan dengan tujuan untuk membujuk pendengar atau pembaca agar mau mengikuti apa yang dikemukakan penulis. Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita tentu sudah mengenal teks persuasi, yang sama isinya dengan teks hortatory.
Teks hortatory di awali dengan Thesis, yaitu menuliskan opini penulis tentang suatu masalah. Kemudian dilanjutkan dengan argumen, yaitu alasan-alasan yang mendukung pendapat penulis. Terakhir, menuliskan saran atau nasihat.

Analytical VS Hortatory Exposition

Dear students…..
Bingung cara membedakan teks analytical exposition dan hortatory exposition? Don’t worry it’s so easy. Study the followings ya…
Sebelum kita mengetahui perbedaan teks analytical dan hortatory, mari kita mengenal persamaan dari kedua teks ini. Teks exposition dibagi menjadi dua bagian yaitu analytical exposition dan hortatory exposition. Exposition adalah jenis teks yang berisi tentang argumen-argumen tentang suatu topik. Dalam menulis teks ini, penulis perlu mencari sumber informasi agar argumen yang dikemukakan cukup kuat untuk mempengaruhi pembaca atau pendengar.
Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menemukan teks exposition dalam diskusi, pidato, iklan, surat, dsb. Contohnya, ada seorang teman yang merokok, kita bisa saja memberikan pendapat kita bahwa merokok itu tidak baik. So the thesis is “Smoking is not good for your health”. Kemudian kita akan memberikan alasan-alasan mengapa merokok itu tidak baik, so we tell the arguments that support our thesis. The social function of exposition is to persuade the reader or listener.
So the difference is…..
Study the text organization of analytical exposition below.
Ada 3 tahapan dalam teks analytical, yaitu:
  1. Thesis, berisi tentang suatu pernyataan tentang permasalahan tertentu. Biasanya diawali dengan kalimat I personally think, In my opinion, I believe, dll.
  2. Arguments, berisi tentang alasan-alasan untuk medukung Thesis yang dikemukakan. Diawali dengan kata, atau f rase First, Second, Furthermore, In addition, The last, dll.
  3. Reiteration, berisi tentang simpulan dari Thesis, dan Arguments yang dikemukakan. Kata-kata yang digunakan biasanya In my conclusion, Based on the arguments above, dll
Perbedaan Analytical Exposition dan Hortatory Exposition terletak di paragraf terakhir. Dalam penulisan Hortatory juga ada 3 bagian, yaitu:
  1. Thesis, berisi tentang suatu pernyataan tentang permasalahan tertentu. Biasanya diawali dengan kalimat I personally think, In my opinion, I believe, dll.
  2. Arguments, berisi tentang alasan-alasan untuk medukung Thesis yang dikemukakan. Diawali dengan kata, atau f rase First, Second, Furthermore, In addition, The last, dll.
  3. Recommendation, berisi tentang saran dari penulis atas Thesis dan Arguments yang dikemukakan. Biasanya ada kata-kata should, should not, ought to, ought not to, dll

Spoof…

Dear student…
Teks bergenre spoof berisi tentang cerita lucu.  Dalam kehidupan sehari-hari, you or your friends pasti suka mendengar cerita lucu, dalam bahasa Indonesia kita mengenal anekdot.  Biasanya kita menemukan teks spoof di koran, atau dari cerita teman sendiri.  Banyak siswa yang menyamakan cerita lucu dengan aktivitas yang bisa membuat orang tertawa seperti terpeleset di depan umum, salah kostum, dsb.  Menurut saya aktivitas yang saya sebutkan terakhir adalah aktivitas yang memalukan bukan lucu.  Lucu bukan berarti memalukan.  Dalam membuat teks spoof, kalian harus bisa bermain kata-kata sehingga bisa menghasilkan suatu cerita lucu.  I think spoof bisa diartikan sebagai suatu cerita yang unpredictable, dimana kejadian lucu itu sendiri disajikan hanya di akhir cerita.  Beda tentu jika kita menonton film lawak yang dari awal sampai akhir menyajikan peristiwa yang lucu. Spoof di awali dengan ORIENTATION, yaitu pengenalan tokoh, tempat, dan waktu.  Kemudian dilanjutkan dengan EVENT, yaitu urutan kejadian secara detail.  Lalu di akhiri dengan TWIST, yaitu bagian terlucu.

ALAT MEDIA KOMUNIKASI

MACAM-MACAM MEDIA KOMUNIKASI



A.      Pengertian Media Komunikasi
Yaitu media yang dipergunakan dalam proses komunikasi untuk mencapai suatu tujuan.
B.  Media komunikasi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

*Media komunikasi audio adalah suatu alat komunikasi yang dapat ditangkap melalui alat pendengaran. Contoh : telepon, radio dan tape recorder

a. Telepon
                         b. Radio

                          c. Tape Recorder

*Media komunikasi visual adalah alat komunikasi yang ditangkap melalui alat penglihatan. Contoh : surat, transparansi dan chart

a. Surat
                      
                          b. Chart


*Media komunikasi audio visual adalah alat komunikasi yang dapat dilihat dan dapat didengar. Contoh : VCD, televisi, internet

a. Televisi

                           b. VCD

MATERI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

PENGERTIAN KOMUNIKASI DAN UNSUR-UNSUR YANG TERLIBAT DI DALAMNYA

Sering kita mendengar orang berkata ”sebaiknya hal itu dikomunikasikan terlebih dahulu”, ”itu diakibatkan karena adanya miss communication” dan sebagainya. Lalu, apa arti sesungguhnya dari komunikasi itu sendiri?. Banyak para ahli mendefinisikan komunikasi, namun secara garis besar yang dimaksud dengan Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain.

ILMU KOMUNIKASI
Dalam proses penyampaian pesan tersebut, terdapat beberapa unsur di dalamnya, yaitu sumber/komunikator/pengirim pesan, pesan yang dipertukarkan, saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan, penerima pesan/komunikan, dampak/efek yang diakibatkan karena adanya pertukaran pesan, umpan balik/respon yang diberikan terhadap pesan yang diterima, serta gangguan/ noise yang mungkin muncul ketika proses komunikasi berlangsung.
Bila unsur-unsur tersebut menyatu dalam suatu kegiatan komunikasi, maka terbentuklah suatu proses komunikasi yaitu serangkaian tindakan yang terjadi secara berurutan dalam kurun waktu tertentu dan memiliki keterkaitan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Namun demikian, tidak setiap proses komunikasi melibatkan semua unsur komunikasi. Tergantung pada konteks terjadinya komunikasi.


INISIASI 2
MODEL- MODEL KOMUNIKASI

Model menurut Littlejohn adalah representasi simbolis dari suatu benda, proses atau gagasan/ide. Model sering digunakan untuk menggambarkan berbagai fenomena yang terjadi dalam berbagai peristiwa dalam kehidupan manusia. Tidak terkecuali peristiwa komunikasi.
MODEL adalah Representasi suatu fenomena baik nyata ataupun abstrak dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting dalam fenomenan tersebut.
Fungsi Model :
1. Melukiskan Proses Komunikasi
2. Menunjukan Hubungan Visual
3. Membantu menemukan dan memperbaiki kemacetan komuni

Di dalam ilmu komunikasi sendiri ada tiga urutan kelompok model, yaitu: 1). Model dasar komunikasi, yang menggambarkan proses terjadinya peristiwa komunikasi,yaitu menggambarkan tentang unsur-unsur apa saja yang terlibat dalam peristiwa komunikasi dan bagaimana masing-masing unsur saling terkait membentuk suatu proses komunikasi. Adapun yang termasuk model dasar komunikasi adalah model komunikasi intra pribadi dan antar pribadi dari Barnlund; model komunikasi linear dari Lasswell: model komunikasi sirkuler dari Osgood dan Schramm; model komunikasi Gerbner; Model komunikasi Riley and Riley; model komunikasi Newcomb; model komunikasi Shanon dan Weaver; model komunikasi DeFleur; 2). Model pengaruh komunikasi, yaitu model yang menggambarkan bagaimana upaya komunikator dalam mempengaruhi khalayak agar pesan yang disampaikan dapat diterima oleh khalayak. Yang menjadi titik perhatian dari model ini adalah pihak komunikator atau sumber penyampai pesan. Adapun termasuk dalam model pengaruh komunikasi antara lain: model stimulus respon dari Dew Flerur; model pengaruh psikkologis TV dari Comstock; model komunikasi dua tahap dari Katz dan Lazarsfeld; model spiral kehening dari Noelle-Neumann; 3). Model dampak komunikasi, dengan fokus utama pada dampak dari suatu peristiwa komunikasi. Model ini menggambarkan bagaimana akibat atau dampak yang terjadi pada diri khalayak setelah khalayak diterpa suatu pesan komunikasi. Dampak yang ditimbulkan bisa hanya sekedar terbentuknya pengetahuan (kognitif) khalayak, bisa sikap (afektif) khalayak, atau bahkan sampai terjadi perubahan perilaku ( konatif) pada diri khalayak.

MODEL - MODEL KOMUNIKASI diantaranya :

Model HAROLD LASSWELL
Mengemukakan tentang bentuk komunikasi yang mengandung unsur-unsur :
Who (Siapa), Say What (Mengatakan Apa), In Which Channel (Menggunakan saluran apa), To Whom (Untuk siapa), With What Effect (Dengan efek apa)
ini dikenal model matematika komunikasi untuk menjawab pertanyaan "apa yang terjadi pada informasi sejak saat dikirimkan hingga diterima?"
Mengasumsikan bahwa dalam proses komunikasi, pesan yang dikirimkan = pesan yang diterima.

Model komunikasi Shannon-Weaver
digambarkan sebagai sebuah proses linier, searah, menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini terdiri dari lima fungsi yang ditampilkan dan terdapat sebuah faktor disfungsi yaitu gangguan (noise).

Esensi komunikasi dalam model
* Model-model komunikasi memiliki perkembangan yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan ilmu dan penelitian komunikasi.
* Menggambarkan proses komunikasi secara beragam baik yang bersifat linier, sirkuler ataupun interaksional dan konvergen.
* Keberagaman model dan proses komunikasi di dalamnya memperlihatkan sifat prosesual dan dinamisnya proses komunikasi.

INISIASI 3
INFORMASI

Informasi merupakan suatu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Setiap hari kita selalu bertukar informasi dengan keluarga kita, teman kita, maupuhn relasi kerja kita. Pada saat tertentu kita berperan sebagai sumber informasi, tetapi pada saat lain kita bisa berperan sebagi penerima informasi. Lalu, apakah yang dimaksud dengan informasi tersebut?. Ada tiga kelompok pandangan yang memberi definisi pada informasi, yaitu:

1. pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai fakta atau data. Pandangan ini menganggap informasi sebagai material yang bisa dipindahkan. 

2. pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai makna data pandangan ini mendefinisikan informasi sebagai arti atau maksud dari sesuatu data. Dalam hal ini, masing-masing orang bisa memiliki penafsiran yang berbeda tentang arti atau maksud suatu data. Penafsiran terhadap suatu data dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang terhadap data, latar belakang disiplin ilmu dan latar belakang budaya. 
3. pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai sesuatu yang digunakan untuk mengurangi ketidak pastian, untuk itu perlu diberi alternatif pilihan informasi. Sebagai 

2). Suatu informasi sebagai makna data
Penggunaan Informasi untuk menunjukkan makna data, Setiap orang dapat berbeda dalam menafsirkan sesuatu. Banyak hal yang mempengaruhi diantaranya tingkat pengetahuan, latar belakang disiplin ilmu seseorang, nilai budaya.

3). Suatu Informasi sebagai sesuatu yang digunakan untuk mengurangi ketidakpastian
Suatu Informasi sebagai sesuatu yang digunakan untuk mengurangi ketidakpastian yang dapat diukur dengan cara mereduksikan sejumlah alternative pilihan yang tersedia.


INISIASI 4
KOMUNIKASI NON-VERBAL

Komunikasi non verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi, yang pada umumnya digunakan untuk memperkuat ata memperjelas pesan-pesan verbal. Sebagai contoh: Tuti meyampaikan informasi kepada Ana, sahabatnya, bahwa dia telah putus dengan pacarnya, selama menyampaikan informasi tersebut air mata tuti selalu teruari, sehingga Ana tahu bahwa tuti sangat sedih atas kondisinya saat ini. Airmata yang dikeluarkan Tuti merupakan bentuk komunikasi nonverbal yag mengindikasikan bahwa dia sangat sedih.

Dari ilustrasi di atas tampak bahwa komunikasi non verbal tidak bisa dipisahkan dari setiap kegiatan komunikasi yang kita lakukan. salah satu bentuk kegiatan komunikasi, komunikasi non verbal memiliki ciri:

1. selalu ada dalam kehidupan nyata sehari-hari. Artinya bahwa setiap gerak kehidupan kita selalu didiringi dengan kegiatan komunikasi non verbal. ekspresi wajah kita, gaya bicara kirta, gerakan tangan dan kaki kita semuanya menggambarkan kegiatan komunikasi non verbal.
2. tidak mungkin tidak kita komunikasin. Hal tersebut menunjukkan bahwa direncanakan atau tidak, disengaja atau tidak komunikasi non verbal selalu kita komunikasikan.
3. terikat oleh budaya. Artinya bahwa komunikasi non verbal dipengaruhi oleh budaya dari masing-masing orang yang melakukan kegiatan komunikasi. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perbedaan makna antara satu orang dengan orang lain yang memiliki latar belakang berbeda terhadap suatu perilaku non verbal. sebagai contoh anggukan kepala bagi orang Indonesia diartikan sebagai tanda setuju, sedangkan angguukan kepala pada orang jepang diartikan sebagai tanda penghormatan.
4. dapat mengungkapkan perasaan dan sikap seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi non verbal bisa mewakili seseorang dalam mengekspresikan apa yang ada dalam hatinya yang mungkin tidak terungkap melalui pesan verbal. misalnya kita sedang marah dengan teman kita, namun kita tidak berani mengatakannya hanya raut muka kita yang tampak cemberut.
5. memodifikasi pesan verbal. dalam hal ini komunikasi nverbal diartikan sebagai penguat atau pelengkap komunikasi. Misalnya kita berkata pada anak kita “ Ibu marah sekali melhat perilakumu seperti itu” ketika kita mengatakan hal tersebut diiringi intonasi yang keras, sehingga anak kita tahu bahwa ibunya benar-benar sedang masrah

INISIASI 5
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Dalam aktivitas komunikasi kita sehari-hari tanpa disadari sering kita melakukan kegiatan komunikasi antar pribadi. Percakapan kita dengan orang tua mengenai mahalnya beaya kuliah; percakapan kita dengan teman kuliha mengenai sulitnya memahami materi perkuliahan dan sebagainya merupakan contoh-contoh dari kegiatan komunikasi antar pribadi yang kita lakukan. Namun, meskipun hampir setiap hari kita melakukan komunikasi antar pribadi apakah kita tahu bahwa komunikasi antar pribadi yang kita lakukan berjalan dengan efektif?. 
Dalam modul 5 dijelaskan bahwa ada banyak sifat yang diperlukan untuk mencapai efektivitas komunikasi antar pribadi. Menurutperspektif humanistik efektifitas komunikasi dapat tercapai bila di antara orang-orang yang telibat dalam komunikasi antara pribadi memiliki sifat::

1. keterbukaan, yaitu mau membuka diri pada teman bicara mengenai pikiran dan gagasan kita serta mau menanggapi pendapat orang lain
2. empati, yaitu mau memahami apa yang dirasakan orang lain sehingga seolah-olah kita berada pada posisi orang tersebut
3. perilaku suportif, yaiktu mau menerima masukan dari orang lain dan tidak bertahan pada pendirian
4. perilaku positif, yaitu menilai diri sendiri maupun teman bicara secara positif.
5. kesamaan, yaitu adanya pengalaman yang sama di antara orang-orang yang terlibat dalam percakapan serta adanya kesamaan kedudukan dalam berkomunikasi artinya tidak ada pendominasian percakapan dalam komunikasi tersebut.

Sedangkan perspektif pragmatis menganggap komunikasi antar pribadi dapat berjalan secara efektif bila orang-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi memiliki sifat:

1. yakin, yaitu tidak adanya rasa gelisah, malu atau gugup ketika berbicara dengan orang lain
2. kebersamaan, yaitu memperhatikan apa yang dibicarakan teman bicara dan bisa merasakan apa yang ia rasakan
3. manajemen interaksi, yaitu bisa mengontrol dan menjaga interaksi dengan teman bicara agar tercapai kepuasan dari kedua belah pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi
4. perilaku ekspresif, yaitu melibatkan diri secara sungguh-sungguh dalam berinteraksi dengan teman bicara.
5. orientasi pada orang lain, yaitu memperhatikan kepetingan teman bicarta dan tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri.

Dari dua pandangan di atas dapat disarikan bahwa untuk mecapai efektifitas komunikasi interaktif adalah adanya sifat keterbukaan dari diri kita sendiri dan kita siap menerima, memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh teman bicara. Bila sifat tersebut telah kita miliki niscaya komunikasi interpersonal yang klita lakukan dapat berjalan secara efektif.

Opini 5 :
Setiap manusia pada hakikatnya sangat membutuhkan komunikasi. Hal ini di karenakan, manusia memiliki sifat untuk saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Jika tidak menggunakan komunikasi antar sesamanya, maka manusia itu akan terisolasi dari dunia yang semakin canggih dan modern ini. Para pakar komunikasi menyebutkan, kebutuhan manusia untuk berkomunikasi di dasari atas dua kebutuhan, yaitu, kebutuhan untuk melangsungkan hidup dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Namun, dari sisi negativnya masih banyak Media yang tidak dapat menempatkan posisinya dan agak menyimpang karena tidak sesuai dengan norma dan budaya yang sudah melekat pada suatu daerah. Contoh Media Tv yang menayangkan tayangan yang tidak seharusnya di publish contohnya seperti kekerasan, Sinetron dll. Karena akan mempengaruhi Psikologis dan Prilaku seseorang.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan diantaranya Harus adanya mediawatch yang mengontrol tayangan kekerasan di Indonesia. Lembaga ini tentunya bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. KPI harus lebih ketat mengawasi program siaran di seluruh stasiun televisi Indonesia. Terimakasih.

Sifat Empati dan Simpati mempunyai beberapa persamaan. Karena, kedua sifat ini saling berhubungan dalam factor interaksi yang tentunya terjadi karena adanya komunikasi yang berlangsung pada seseorang baik secara verbal/ non verbal atau secara langsung dan tidak langsung.
Pada dasarnya Simpati hanya turut merasakan sesuatu dan perasaan itu timbul atas dasar penilaian perasaan sedangkan,Empati merupakan simpati yang terlalu mendalam yang dapat mempengaruhi keadaan fisik dan psikologi/kejiwaan seseorang. 
Contoh : Seseorang perokok aktif, jika ia memiliki bahkan menerapkan Empati , ia akan menyadari bahwa orang yang hadir disekitarnya tidak semuanya menyukai rokok dan ia akan mampu merasakan betapa tidak nyamannya karena asap rokok yg begitu mengganggu&berbahaya. Pada saat itulah ia dapat mengambil suatu keputusan atas pemahaman dan perasaan dirinya. ia akan menyadari dan bisa bersikap toleran atau menghargai perasaan orang lain sewaktu ia berada di tempat umum , misalnya ruang rapat, kantor, kampus, sekolah, dll, sehingga ia tidak akan merokok atau mematikan rokoknya ketika ada teman yang datang.

INISIASI 6
Ragam dan Tingkatan Efek Komunikasi

Untuk mengetahui secara umum efek apa saja yang dihasilkan dari suatu program komunikasi dapata dirinci dalam beberapa tahapan berikut:
Secara umum efek dari komunikasi termasuk yang menggunakan media massa meliputi tiga aspek: kognitif, afektif, dan konatif.
1) Efek kognitif terjadi pada tingkat pengetahuan; jika khalayak telah menerima suatu pesan, maka mereka menjadi tahu mengenai apa yang disampaikan kepadanya. Inilah efek komunikasi yang paling dasar; dan hampir dapat dipastikan bahwa komunikasi selalu menghasilkan efek kognisi sesuai tingkat intelektualitas para penerimanya.
2) Efek afektif terjadi pada tingkat perasaan. Lazimnya, efek ini terjadi setelah efek kognisi. Setelah khalayak paham mengenai apa yang terkandung dalam pesan yang diterimanya, akan muncul dalam diri mereka perasaan tertentu, misalnya rasa suka atau tidak suka, terhadap isi pesan tersebut. Efek ini antara lain tergantung dari isi dan susunan pesan yang mereka terima.
3) Efek konatif atau psikomotorik terjadi pada tingkat tingkah laku. Sesudah khalayak tahu dan menetapkan perasaan tertentu terhadap objek yang dibicarakan, maka mereka akan melakukan tindakan tertentu. Banyak faktor yang ikut mendukung atau menghambat terjadinya efek psikomotorik ini, baik faktor fisik (material) maupun non-fisik (immaterial).



INISIASI 7
Prinsip Homophily dalam Kegiatan Komunikasi Antar Budaya

Amir adalah seorang penyuluh keluarga berencana yang berasal dari pulau Sumatera. Amir ditugaskan oleh kantornya untuk melakukan kegiatan penyuluhan keluarga berncana pada masyarakat pedesaan di wilayah Jawa. Sebagai orang Sumatera, Amir terbiasa berbicara secara terus terang, tanpa basa-basi disertai dengan intonasi suara yang cukup keras. Hal tersebut sudah lazim dilakukan oleh masyarakat Sumatera dan tidak dianggap sebagai sesuatu hal yang tabu. Namun ternyata ketika Amir melakukan penyuluhan pada masyarakat diwilayah Jawa, Amir menemui banyak kendala. Masyarakat di mana Amir melakukan penyuluhan menolak kedatangan Amir dan tidak mau mengikuti penyuluhan yang diselenggarakan Amir. Menurut informasi yang diperoleh, masyarakat tersebut tidak menyukai gaya bicara Amir yang dirasa kurang halus dan terlalu terus terang.

Dari ilustrasi di atas tampak bahwa latar belakang budaya sangat berperan dalam menentukan keberhasilan suatu kegiatan komunikasi. Untuk itu penting kiranya bagi para pelaku komunikasi untuk memahami komunikasi Antar Budaya agar tidak terjadi konflik dan kesalahpahaman di antara pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Langkah yang bisa diambil untuk memecahkan masalah yang muncul sebagai akibat perbedaan latar belakang budaya pada orang-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi adalah dengan menggunakan prinsip homophily.

Karena dengan menerapkan prinsip homophily akan dapat menciptakan suasana akrab di antara sumber dan khalayak. Bila bahasan tentang prinsip homophily ini kita kaitkan dengan contoh ilustrasi di atas, maka sebaiknya sebelum Amir melakukan kegiatan penyuluhan, Amir terlebih dahulu belajar bahasa jawa, berlatih berbicara halus dan berlatih hal-hal yang menjadi adat dan kebiasaan orang Jawa. Dengan demikian ketika Amir memulai kegiatan penyuluhannya tersebut, Amir telah memahami dan bisa menerapkannya dalam keiatan penyuluhan yang dilakukannya

Namun, apabila kita tetap tidak bisa menyesuaikan diri dengan adat budaya setempat meskipun kita telah berusaha untuk mempelajarinya, maka prinsip homophily juga bisa digunakan dengan cara melibatkan pemuka pendapat atau tokoh masyarakat setempat untuk menyampaikan pesan-pesan yang kita buat. Dalam hal ini pemuka pendapat berperan sebagai komunikator (penyampai pesan).

NOTE :

PENGARUH BUDAYA DLM KOMUNIKASI
* Perbedaan Budaya akan mempengaruhi keefektifan dlm berkomunikasi
* Perbedaan Bahasa dapat pula mempengaruhi keefektifan komunikasi

PERAN BAHASA DLM KOMUNIKASI
Bahasa menurut Collins Cobuild adalah suatu sistem komunikasi yg terdiri dari seperangkat bunyi & lambang tertulis yg digunakan oleh orang-orang pada suatu negara atau wilayah tertentu untuk berbicara dan menulis
Bahasa adalah :
* Sistem lambang/tanda berupa macam-macam bunyi dipakai orang utk melahirkan pikiran/perasaan
* Perkataan-perkataan yg dipakai oleh suatu bangsa
* Percakapan, perkataan yg baik, sopan, tingkah laku yg baik (Purwadarminta)

Fungsi Bicara dalam Kehidupan
1. Sebagai alat melahirkan berbagai perasaan
Contoh : Ungkapan kasih sayang,rasa kagum, heran,senang dsb.
2. Sebagai alat komunikasi; memperlancar pergaulan,melahirkan gagasan, ide, kreatifitas, menambah pengetahuan dsb.

FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI KELANCARAN/HAMBATAN BERKOMUNIKASI :
* Pengetahuan
* Pengalaman
* Intelegensi
* Kepribadian
* Budaya
* Biologis;
* kelainan mulut, gagap, cadel

MACAM-MACAM BERBICARA
Dari segi Jarak; bicara langsung (face to face) dan tidak langsung
Dari segi sarana; Bicara melalui surat, tlp, radio, TV, E-Mail/Internet
Dari segi Tujuan; Bicara dlm seminar, raker, kampanye
Dari segi kedinasan; bicara soal kedinasan,
Dari segi bahasa; Tinggi rendahnya nada suara
Dari lawan bicara; satu lawan satu, satu lawan Kelompok
Dari segi hirarchi; atasan dengan bawahan, bawahan dengan bawahan
Dari segi pertumbuhan; sesuai perkembangan

CIRI-CIRI KOMUNAKSI TDK EFEKTIF
Bertele-tele
Malu-malu
Marah-marah
Maksud yg disampaikan tdk jelas
Tersembunyi maksud pesan
Non verbal
Satu arah
Tidak responsive
Tidak nyambung
Tidak terbuka

TEKNIK BERKOMUNIKASI YG EFEKTIF
* Mendengar dengan aktif
* Trampil dalam berbicara
* Gaya bicara
* Penampilan yang menarik; Pakaian, Pandangan Mata, raut muka, sikap badan, suara, tulisan, senyum, jabatan tangan, ingat nama, tulus.

Menciptakan Hubungan Baik
* Menggunakan diskripsi/gambaran
* Berorientasi pada pemecahan masalah
* Spontanitas, jujur
* Empaty
* Meningkatkan komunikasi

Jarak Individu Dlm Komunikasi (Allan Pease, 1981) :
* The Intimate Zone (Jarak Komunikasi 6-18 inc/15-45cm), Bicara dengan teman dekat
* The Personal Zone (jarak Komunikasi 18-48 inc/45-120cm), Bicara keg. Sosial dengan Teman yg kita kenal baik
* The Sosial Zone (Jarak Komunikasi 4-12 feet/1,5-3,5m, Bicara dengan orang asing
* The Public Zone (Jarak Komunikasi >12 feet/diatas 3,5m), Bicara dengan pendengar Kelompok.


Semoga bermanfaat... Sukses Selalu